Postingan

my dinas my adventure goes to bali

Gambar
it's me... kali ini saya bersama 3 teman lainnya mendapat kesempatan untuk mengikuti  Diklat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Ujian Nasional Sertipikasi Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Bersama LKPP  yang diadakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Wilayah IX Jayapura  (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia).D iklat ini mengambil tempat di bali mulai tanggal 08-11 November 2016. Lokasi kegiatan mengalami perubahan dimana awalnya direncakan di fontana hotel berpindah ke hotel grand zuri. Kami pun bergegas menuju Hotel Grand Zuri,setelah mendaftar ternyata kegiatan baru dimulai keesokan harinya, sehingga setelah kami mendapat kamar kami pun keluar untuk melihat pantai kuta.Mumpung masih ada waktu untuk santai. Balik dari Pantai Kuta Ternyata Pak kasubag dan Bro Hendy sudah merencanakan untuk berenang..Maklum tadi di Pantai Kuta Pakaian kami masih terlalu formil untuk ukuran pantai,sehingga mereka m...

Paniai Pung Cerita

Gambar
It's me... saya akan menceritakan perjalanan dinas saya ke kabupaten paniai. Sebelum berangkat ke paniai kami singgah dulu di kantah kab nabire karena perjalanan ke paniai kami tempuh melalui jalan darat melalui nabire.

DONOR DARAH

Gambar
It's me Dalam rangka Bulan Bhakti Agraria Kanwil BPN Provinsi Papua mengadakan Donor Darah yang didukung oleh Palang Merah Indonesia yang diadakan di Aula Kanwil BPN Provinsi Papua. tepat jam 8: 30 WIT Petugas PMI dengan menggunakan mini bus unit transaksi darah tiba di kantor,  dan kami pun mulai mengisi formulir untuk melakukan donor darah.

Cafe Socialicious

Gambar
It's me Kali ini pak bondan ups salah...maksudnya saya penulis blog kece ini hehehe,  mau cerita tempat nongkrong lainnya di jayapura tempat ini bernama Cafe Socialicious yang terletak di bilangan Ruko Pasifik Permai,Kota Jayapura, Papua, Indonesia. Sebenarnya saya dan baby bala bala mau makan di dapur penyet yang bersebelahan dengan cafe Socialicious tetapi berhubung perut uda buncit dan rencana diet maka kami memutuskan hanya makan snack dibandingkan dengan makan berat sehingga Cafe Socialicious menjadi pilihan kami

Grande Cake and Coffee

Gambar
it's me... berhubung pak bondan uda lama gak muncul di layar kaca maka dengan kali ini saya mau kayak pak bondan aja deh..hehehe mencoba menjadi kuliner review hehehe... seperti biasa malam minggu dihabiskan dengan orang terkasih,dalam hal ini saya menghabiskan waktu dengan baby bala-bala dan tempat nongkrong yang asik menjadi pilihan kami. Kriteria tempat nongkrong yang asik menurut saya adalah tempat yang nyaman dengan menu enak dan koneksi wifi yang kencang..oh yeah pilihan saya langsung jatuh ke cafe grande cake and coffe dengan  alamat  Jl Percetakan No. 84, Jayapura. sebelum Hotel Aston,dulunya ini tempat es teller 77 yang sudah tutup.

sad news

it's me... sebenarnya uda pengen lama nulis ini tapi kesibukan yang banyak,baru saat ini bisa dituangkan saya punya teman, tinggalnya dekat rumah,kenal dari sd sampai smp dan smu menjadi dekat, karena kita mempunyai kesamaan hobby yaitu main musik,tapi jangan suruh dia nyanyi karena akan membuat anda gak bisa tidur seminggu Dia seorang drummer jadi kemana mana selalu mengebuk-gebuk meja,tembok dan semua  yg bisa mengeluarkan bunyi,bahkan waktu kucingnya sedang tidur dengan khusuk dia menggebuk kucingnya, katanya sih  biar dapat efek bunyi splash (kasihan banget tuh kucing) Berhubung dia mempunyai talenta pujangga dan saya mempunyai sense of music yang keren di sepanjang jalan lembah angkasa maka tiap malam kami ngumpul untuk membuat lagu kami sendiri uda banyak lagu yang kami ciptakan diantaranya rista, maafkan aku, jangan pernah, jatuh cinta, terbuang, melanjutkan hidup, yang mana sudah masuk dalam proses rekaman tapi sayang terbengkalai karena saya harus pinda...

Kopi Sianida

Beberapa bulan belakangan ini kita disuguhkan kasus kopi sianida yang sudah menewaskan Alm.Wayan Mirna yang mana persidangan uda menyaingi sinetron uttaran alias berlarut-larut saya gak terlalu mengikuti jalannya sidang tetapi rasa aneh saja kok ahli yang diajukan kuasa hukum terdakwa berani mengatakan kalau sebab kematian bukan karena sianida (diambil dari situs  ANTARA News) - Pakar forensik dan toksikologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Djaja Surya Atmadja, mengatakan kematian Wayan Mirna Salihin bukan karena sianida. Djaja dihadirkan sebagai saksi ahli oleh tim penasihat hukum terdakwa kasus tewasnya Mirna, Jessica Kumala Wongso, dalam persidangan ke-19 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu. "Matinya bukan karena sianida," kata Djaja mantap. Klaim Djaja berdasarkan salah satu temuan barang bukti yang menyebutkan ada sisa sianida sebanyak 0,2 miligram di dalam lambung Mirna, yang disebutnya masih berada di bawah batas wajar.   S...